Saturday, July 30, 2016

Mesir Aku : What Egypt Taught Me

Assalamualaikum and hi 

Studying in Egypt was never been my choice at the first place.Tapi tu la sometimes Allah akan uji dengan apa yang kita tak suka,dan tunjuk betapa banyaknya kebaikan yang ada dalam benda tu.Or in my case,negara tu.

After i finished spm,a bit hilang arah because result was biasa biasa je(but alhamdulillah tho),dapat matriks sebelah sekolah (kmpk) and second intake bahasa arab dekat uia.I love bahasa arab tapi kalau boleh taknak dia jadi macam the whole thing yang aku belajar,so ok la taknak bahasa arab.KMPK pulak memang dah tolak sesiap sebab hello ive spend 5 years there kot,dont tell me ive to spend another 1 year and half?!

Waktu tu a bit down juga la,macam apeni sume yang ive had in plan for years takde satu pun yang kena?! rasa macam nak terima pinangan sesiapa je(yakin je ada orang nak masuk meminang),kahwin,duduk rumah dan marathon NCIS sambil hirup teh dengan sebelah tangan persis mak datin dalam drama tv3 tu.Camtu punya tahap la down dia haha drama queen betul

I spend my nights crying sebab rasa macam takde arah dah hahaha and kebetulan waktu tu baru dapat tahu yang my application utk course ulum islamiah-al azhar diterima.waktu tu terus macam ok amek yang ni jela sebab dah istikharah banyak kali and urusan pergi tu Allah sangat permudahkan.

Like sangat dipermudahkan ok sebab i am a clingy daughter yang jenis kalau boleh nak spend the rest of my life at home,pergi memana ayah hantar,jenis taknak keluar dari safe zone,sebab nanti habisla kene jadi independent tak mahu tak mahu.Aku ni dahla jenis dependent dalam situasi tak masuk akal,contohnya kalau pergi restauran ke pape,mesti nak ajak sesiapa tolong orderkan haha apeni malu tak bertempat?!takde hidung ke mende?!mana women empowerment mana?!Okay pastu bila dapat tahu yang layak pergi rasa macam WOAH MAYBE THIS IS ACTUALLY MY PATH.Tak tahu dari mana datangnya kekuatan nak pergi,dahla kekawan yang sesama apply dapat scholarship gi Jordan.apeni semua tinggalkan aku sesorang?!

So macam pergi je la.Memula pergi macam tak rasa pape sangat...tak tahu jugak nape tak rasa pape sebab salunya mesti emo dan menangis,tapi that time macam takde feeling sangat.Rasa nak start fresh again je.

Lepastu bila dah sampai...here comes the real test.The first year dekat sana was really trying for me.Cam biase i cry most of the days sebab that year is like an adjusting phase.And being me.........adjusting to new people and environment adalah sangat susah.

Waktu tu still belajar adapt dengan housemates (8 orang),adapt dengan perangai arab yang suka bertangguh & cakap berubah-ubah,adapt dengan study...pastu masa memula masuk belajar rasa nak nangis sebab ambil masa juga nak faham bila kelas fully arabic.pastu waktu tu dahla satu kelas dengan indonesian.indonesian student dekat sini sangat bijak dan berani ok sebab most of them daripada pesantren.pastu bila ustazah tanya boleh terus je jawab just like that sementara aku masih cuba menterjemahkan satu satu apa yang ustazah cakap.every time bila ada homework mesti ada perselisihan pendapat antara kitorang hahaha,nasib baik ustazah comel,sabar dan baik hati.sebab aku rasa kalau aku yang jadi cikgu mesti dah give up dapat student cani apeni cakap 10 perkataan faham 1/2 perkataan je?!kata belajar arab kat malaysia?!apa yang korang belajar sebenarnya ni?!

The first 3 months was bad.Like reaaal bad.Imagine aku dah sampai sana and during this period im still contemplating if my decision is the right decision?rasa dah ta kuad sangad awaa sis dah mula rasa nak give up.Thank God im still rational utk tak tempat tiket flight balik je haha gelabah betul minah ni

So long story short....alhamdulillah now dah finished my second year degree dengan jayanya.Yay lagi dua tahun je like seriously tak cayaa i managed to get through three years despite of the hard times in the beginning (with the help of Allah,for sure) 

Bila dah lelama duduk egypt ni baru la slowly jatuh cinta.Kiranya bukan love at the first sight la.Di sebalik desir pasir di padang tandus,dekat sinilah Allah ajarkan aku banyak sangat benda....banyak sangat.


Aku belajar yang no matter how much people say that they love us and will be there for us,they won't.And its not their fault though.Human are created weak and kita tak(dan takkan) boleh nak fulfill every needs.Akan ada masa yang kita really need help tapi they are not available.And i guess,mungkin itu salah satu cara Tuhan nak ajarkan kita erti pergantungan.Dan benarlah hanya kepada Allah lah sebaik baik tempat bergantung dan meletakkan harapan.Dan benarlah yang bila kita merasa cukup dengan Allah,Allah akan tunjukkan kita jalan keluar.Dan benarlah yang bila betul-betul kita percaya dan yakin dengan Allah,Allah akan beri kita kekuatan dari arah yang kita tak sangka.Terima kasih Allah,sebab baik sangat walau diri ini kekadang tersilap langkah dan terlupa :')


Aku belajar yang no matter how hard things seem,if Allah nak tolong,He will make a way out for you no matter how impossible it is.the keyword is;believe.Jangan give up,and keep trying dan doa.Aku dulu macam tak yakin je boleh follow ke tak belajar dekat sini lepastu dahla banyak orang sekeliling lagi hebat.Kalaulah tidak kerana secebis kekuatan yang Allah pinjamkan mesti aku dah terdampar di tepi jalan je jual tisu (?)


Aku belajar yang if we've decided on something,jalan terus dan jangan patah balik.No matter what happens.Be brave.Kalau rasa nak down ke sedih,nangis je la sungguh-sungguh,let it all out lepastu pick yourself up and keep walking again.Remember how hard it is untuk mula,dan how far you've walked.Minta pertolongan dengan Allah sungguh sungguh,dan bersabarlah.InsyaAllah you will thank yourself later bila dah berjaya.

Aku belajar untuk sabar,because mayn dealing with egyptian is no joke maynnn.The struggle is real.Kena curik duit,kena sexual harrasment,kena tunggu tukang paip nak datang rumah yang kekonon nak datang selepas sehari,kemuadian tangguhkan kepada seminggu dan kemudian tak datang datang.Kena sabar sebab double standard,yelah sebab foreigner so kadang-kadang kene potong barisan,kena tipu harga,kena marah sebab tak faham bahasa dorang,kena gelak bila kita minta dorang cakap fusha,beratur dekat jawazat untuk renew pasport seawal 7 pagi tapi pulang pada petangnya dengan passport yang masih tak renew (sebab ramai sangat orang dan jawazat dah tutup).

Tapi apart from that,masih ada orang baik-baik yang Tuhan temukan.Pernah pegi zagaziq sesorang (tanpa tahu where to take bus and where to stop),memang tawakkal habis sebab desperate sangat,tapi lepastu jumpa orang kat sana yang guide me dari awal sampai aku selamat turun bas.Pernah tertinggal phone dalam bas(careless gila T.T) tapi fortunately handphone dipulangkan balik dalam keadaan selamat.Baik gilaa pakcik yang jumpa phone please i thought waktu takkan jumpa phone dah sampai bebila,sekali dia pulangkan tanpa minta wang pengeras aa ammu why you so kind ada anak laki tak?eh.Lecturers yang layan kitorang baik sangat macam anak sendiri,selalu tanya kalau kita perlukan apa-apa.Orang-orang anonymous yang dermakan kitab-kitab,quran and even praying mat.Syeikh-syeikh yang sangat warak dan alim masyaAllah tapi sangat humble dengan apa adanya.


Jadi begitulah.Kadang-kadang benda yang kita nampak buruk,yang kita tak suka,sebenarnya boleh bagi manfaat yang banyak dekat kita.

And that's what made Egypt owns this special part in my heart,
despite of all the chaos.

Mesir itu indah--
dengan warnanya yang tersendiri.




*selingan* Classmates since first year.Sayang semua :*







syukran jazilan kathiran=))

Sunday, July 3, 2016

Ramadhan Thoughts:Allah knows.

Assalamualaikum and hi.

Have you ever got that feeling--
when you wish you can be that person standing in prayer besides you;as he/she weeps understanding and reflecting upon those beautifully recited verses,while you,on the other side are more closely to weep because the imam's recitation is just way too long.

Have you ever got that feeling--
when every single words that you recite from the Quran doesn't make you feel anything,at all.Those verses feels merely just words,not more than that.

Have you ever got that feeling--
when hearing your friends talk about how exhilarating Ramadhan is for them became so frustrating;because Ramadan for you doesn't change your spirituality just that much.Its all about fasting;and that's all.

And you start asking,what is the point of all of it.Your actions are robotic.Monotone;without soul.

You wish you could be like that person praying next to you in taraweeh who sobs during every prostration. You want to be the one passionately pleading with Allahsubhanahu wa ta`ala (exalted is He) with humility. Your hope is that you can be that person whose heart is broken before God.
You know what, though? You, too, are special to Allah (swt).


You who pray because Allah commanded you to do so.

You who recite Quran because you know its good for you.

You who wake up in 1/3 of the night;hoping that somehow it can give you strength (eventhough sometimes it doens't feel so)

Allah knows how you feel.Allah knows that you are struggling.Your actions are not going to be wasted.

Allah knows the struggle you are facing,just to please Him.He counts,every single of them.

Because you are not worshipping a feeling.You are worshipping the One who is Just,Merciful,Appreciative,Forgiving God--who can give life to everything that is dead.

Including your heart.

You know you have a Patient,Nurturing,Generous,Subtle and Kind God--who can bring back anything that is lost.

He can bring you back.

So do not give up just yet.Your heart is on its journey,in finding way to the One who created it.You are first and foremost;striving to please your Lord.And He has promised;


“And those who strive for Us – We will surely guide them to Our ways. And indeed, Allah is with the doers of good.” (Qur’an, 29:69)

As long as you are doing good,know that He is with you and guiding you every steps of the way.


So keep trekking. Your heart will open – He is, after all, al-Fattah. Al-Fattah is He who opens whatever is closed; your heart included. You might wonder when and how, but just know that itwill happen. It could be on the last night of Ramadan or it could be a month after Ramadan – your heart will open, God willing. 
And if it gets too much, just talk to Allah (swt). Tell Him how you feel, and tell Him how you want to feel. Do it every night, and every time you feel empty. God is there; never underestimate your turning to Him. ‘Turning to Him’ does not just mean prayers and supplications; you can just tell Him what is in your heart.
On the Day of Judgment, you will be grateful for your perseverance and your hope in Him, because it will matter more than you will ever know. So push yourself and exert all the effort you can muster. The tiniest ray of light can brighten the darkest of places.
May Allah give us the strength to give all we can in doing ibadah,in these two remaining days,InsyaAllah.May we all end this beautiful month with our sins forgiven,returning to our fitrah which is clean from all the sins.
Love,
A fellow heart that is* numb
(*was) 






syukran jazilan kathiran=))

Thursday, June 30, 2016

blog revamped!

assalamualaikum and hi.

alhamdulillah finally dapat juga hasilkan satu post walaupun dah almost setahun tinggalkan blog T.T  sementara cuti 3 bulan setengah ni haruslah aku membuat sesuatu yang bermanfaat supaya tak menyesal di kemudian hari.

i grew up with this blog.start blogging since 16 years pastu bila sekarang aku baca balik posts dulu rasa cam malu dengan diri sendiri amende ni dik cakap pasal cinta islamik segala ni dik ko ingat dunia remaja ni pasal cinta semata ke dik ek ele.aku syak kalau aku boleh jumpa diri aku yang dulu aku akan hantukkan sikit kepala dia kat dinding supaya neuron di otak bersambung dan boleh berfikir dengan baik.

aku tahu kita semua pernah melalui zaman remaja baru nak up + krisis identiti.harini rasa cam rasa nak jadi solehah ala-ala ustazah pilihan,esok rasa macam eh jiwa memberontak nak jadi taylor swift la pulak.lusa pulak rasa cam nak tulis pasal crush hahaha serius malu k bila baca balik ee apeni dahla jiwang pastu cakap pasal cinta je(padahal masa tu takpernah bercinta pun lagi) (cey sekarang dah bercinta ke) ee dahla cheesy dan baru mengenal erti hidup,pastu tunjukkan kejahilan pada dunia pula.huwaa syukur ada butang delete.dapatlah aku memadam semua entry yang tidak memberi manfaat langsung kepada ummat sejagat.

so yea,sekarang ni tinggalla few entries saja(and insyaAllah to more entries coming soon).doakanlah aku selalu dapat ilham nak tulis benda-benda yang bermanfaat tau.penatla jadi orang yang tak buat apa-apa untuk kehidupan ni :(

sejak duduk di mesir ni aku selalu rasa inferior tau sebab sekeliling sume orang hebat-hebat,so aku selalu rasa insecure ala aku ni tak hebat pun nak tulis benda benda agama ni dahla pelajar picisan je.selalu rasa cam eh boleh ke aku tulis cani nanti orang dapat message yang betul ke?ke ada better way to express this?(pastu end up tak tulis pape) dan selalu jugak insecuree takut orang tengok kita kekonon tulis ala-ala dakwah tapi bila tengok dekat real life biasa je.tak suka la bila orang letak high expectation tapi realiti tak seindah yang disangka.aku ni ibarat pepasir di tepian pantai je T.T


akhir kata,aku memohon maaf kalau aku ada terkasar bahasa di sepanjang penulisan blog ini.doakanlah aku dapat improve penulisan aku dan tulis yang baik-baik saja.thank you kalau ada yang baca blog ni dari zaman aku mengenal dunia sehingga sekarang.may Allah bless!

syukran jazilan kathiran=))

Thursday, August 6, 2015

Mesir Aku:First Year Student

Assalamualaikum



Disebabkan sekarang tengah cuti,and i have no commitment except birrul walidayn aku pun rajin-rajinkanlah diri aku jenguk blog ni.boleh tahan power jugak lah aku ni hasilkan satu entry je untuk setahun.ak syak kalau ada anugerah penulis paling tak istiqamah dalam dunia mesti aku boleh menang untuk kali ke 37401983 berturut turut.dulu suka berangan nak tulis buku,tapi lihatlah,dengan prestasi menulis aku yang macam ni,boleh menangis publisher tunggu aku submit satu page je setahun.sedihnya dengan diri sendiri :(

Pulang ke Malaysia,orang selalu suruh story life & study kat egypt ni camane.pastu bila aku jawab "okay" mulalah dorang buat muka tak puas hati sambil kerutkan kening.aku pun macam tanya lah diri aku balik,"wei okay tu kira jawapanlah kan?"pastu aku kerutkan kening balik kat pakcik tu dan menatap matanya supaya aku boleh baca ati dia,dah kenapa tak puas hati dengan aku pulak? tetiba ada mentol menyala kat kepala,la rupanya soalan dia tu nak jawapan essay guys,bukan subjektif.so kena elaborate point lah kiranya ni.faham tak cite aku ni?macam takde point kan?complicated kan nak faham?ok sebenarnya aku tipu je :p

Tapi kekadang bingung jugak dengan diri sendiri,bila orang suruh cerita life dekat mesir,brain aku struggle ok carik memory and points untuk cerita.amende tah susah sangat.jadi aku decide untuk tulis la kat sini,sebab masa tulis boleh fikir,masa cakap takleh fikir lelama(plus im not good in it:(and i hope if ada anyone yang tengah research about studying in egypt,this will be helpful

Sebelum tu ini disklaimer sikit aa,pengalaman adalah berdasarkan point of view saya sebagai student fist year kuliah ulum islamiah al-azhar,kaherah.course lain mungkin ada different experiences,walaupun sama uni.

Kalau orang suruh describe egypt in one word,i would say it is bittersweet.ada pahit,manis,masam,payau dan segala jenis rasa yang boleh disensekan oleh tastebud.eventhough al azhar ni among the oldest university dalam dunia,the facilities is quite limited.and the student management also not very efficient.tak percaya tengok student card aku T.T

Class is 5 days a week,9-1 pm dan cuti jumaat sabtu.so sekilas pandang kitorang ni takdela kira macam busy sangat macam other courses.plus al azhar takde sistem assignment ke apa,cuma sometimes ada la macam homework sikit sikit.so memang ada banyaaak free time outside masa kuliah.ada orang isi dengan berpersatuan,ada orang isi pergi talaqqi,ada orang stay at home je.itu masing masing punya peferences.

Kalau dari segi communication pula,aku masih merangkak jugak la sebab arab tak power sangat.plus ammi(bahasa pasar) and fusha(bahasa rasmi)are like totally different languages tau,tapi aku rasa aku memang lambat kot haha.takpe yang penting kena confident.kekadang aku taktau pun apa yang aku cakap,main hantam je tapi bila confident dorang takdela cepat sangat fed up (tapi kekadang fed up jugak T.T) dengan kita sebab tak faham.paling paling aku angguk pastu cakap aiwah(ya) je.tapi kan ada satu hari ni aku dengan housemate reramai pegi shopping mall(shopping mall di egypt agak mahal ye) dorang takde mall murah murah macam kat malaysia.sebabkan aku ni memang habiskan separuh shopping dengan makan,aku lepak la dekat satu coffeeshop ni,aku tengok macam sedap je dia punya latte pastu order la.order order dia kata benda tu satu set dengan brownies,takleh order air je(eleh nampak sangat tipu aku),so aku pun macam aiwahkan je la.pastu ada benda lain dia cakap(banyak jugak dia cakap)aku duk aiwah je,sekali datang bil 400 le something okay,padahal kitorang(aku dengan housemate) makan air brownies dgn mcm a plate of nuts kot.menangis bayar T.T rupanya benda yang banyak banyak dia cakap dan aku aiwahkan tu adalah tambahan order.naif kan aku?cakap kesiannya cepat!

Orang mesir ni aku syak dia tak dididik untuk pentingkan kebersihan kot,they throw their rubbish like all the time,and anywhere they want.ada satu hari tu aku naik bas,sebelah aku ada makcik arab pegang macam plastik yang penuh dengan sampah.boleh dia buangkan je tetengah jalan,aku terkejut gila waktu tu sampai rasa nak suruh pakcik bas berhenti(Lol apa kaitan) semua tempat memang everyone buang sampah dan takkan ada orang marah.kecuali Alex,Alex la tempat paling bersih aku pernah pergi.its a beautiful city yang berada di sebelah laut.scenery dia sangat subhanallah tau.haritu aku pergi 3 hari je,terus rasa macam nak settle down kat situ.amboi engkau dah kenapa sangat kan.masa nak balik cairo aku siap hentak hentak kaki sebab taknak balik.tak mahu!tak mahu! (tipu je)

Lagi apa lagi ek,oh ha orang selalu pertikaikan kenapa study dekat negara bergolak?tak takut kena tembak ke?tak risau pasal keselamatan diri ke?sebenarnya kekadang kitorang pun tak tahu kalau ada demonstrasi yang ada korbankan nyawa ke apa.orang Malaysia dapat berita dulu daripada kitorang.family pulak yang macam cemas gila.tapi memang tentera takkan kacau orang luar.so kalau ada pape muzaharat(demonstrasi) jadi pun,memang akan ada noti daripada pihak atasan yang arahkan kitorang stop class dan balik serta merta.kekadang siap ustaz/ustazah yang iring sampai main gate.baik sangat kan :') jaga macam jaga anak sendiri.so alhamdulillah so far okay je takde kemalangan nyawa ataupun jiwa,kemalangan hati je ada sesikit :P and kalau ada macam big day untuk egyptians,contohnya macam ulangtahun memperingati kisah rabi4 ke memang EME(Education Malaysia Egypt) akan keluarkan statement untuk duduk dekat rumah dan tak pergi ke mana mana tempat yang "hot"

Orang mesir ni bagi aku agak friendly jugak.Aku ni walaupun nampak macam suara emas (yeke?) tapi bila ada orang ajak sembang(dan orang tu baik) aku okay je.tapi dorang ni sangat sweet talker okay,so beware :p macam macam dia puji engko cakap muka macam matahari la bulan purnama la.stay lama sikit je bersembang dengan dia habis semua planet dalam bima sakti dia sebut lol


Macam banyak lagi nak cerita tapi kesian la pulak nanti orang baca pepanjang.

So that's all for now,salam alaykum!





syukran jazilan kathiran=))

Friday, July 17, 2015

Relationship Goals

Bismillahirrahmanirrahim

Read a really really beautiful story by alia abdullah shared by wardina safiyyah in her fb page and i just can't help myself from sharing it to you guys.Such an eye opening story subhanallah.

Let’s just put it out there – I’m a hopeless romantic. When I was in kindergarten, an adorable boy told his mother that he wanted to marry me. From then on, I introduced him to everyone as my boyfriend. I love romantic movies so much that I’ve watched ‘A Walk to Remember’ more than 15 times. By the time I was 13, I had named all my 6 children. Pablo Neruda’s poems make me smile and cry. I used to joke with my best friends that I had my classy, white wedding with crystal chandeliers and chiavari chairs all planned out. All I needed was to plant a groom beside me. Then, we would live happily ever after.


And so I searched for my other half, the person who would complete me, the one who would make me whole.
Instead of finding ‘the one’, I went from one failed relationship to another. I wanted so much to be part of a magical couple that I started to lose myself. I allowed people to treat me like a mere option when they were my priority. I moulded myself to be more like what others wanted me to be. When someone commented, “Alia, you would be so pretty if only you were skinnier”, I ate almost nothing and ran up my 13-storey flat 10 times a day. As I lost weight, I started being showed off like a trophy girlfriend. I got cheated on by a guy whom I was convinced was my soulmate. I was never really happy. In fact, I felt lost and incomplete.
Then I realised that I had gotten it all wrong! Yes, marriage is wonderful and encouraged in Islam. However, when the same test (read: guys who were bad for me) keeps being given, it may be that I had not learnt the lesson I am supposed to learn. Allah is giving me a chance to make things right! In order to do that I needed to figure out how to improve myself for the sake of Allah. I had to ask myself some really tough questions. Did I want to get married for the sake of Allah or to gain acceptance and love from my partner? Had I prepared myself not only to bear children but to be the first madrasah to them? Was I knowledgeable enough to guide them to be khalifahs of Allah? Is marriage the only means to complete my faith?
Let’s take the example of Sayyidatina Maryam (‘alayhissalam), also known as Mary. Before Sayyidatina Maryam was even born, her purpose had been set. Her ageing mother had vowed that if her prayer to have a child was accepted, she would ensure that her child would be dedicated to serving Allah. Fulfil her promise, she did. Sayyidatina Maryam wasn’t left to grow up on her own; she was placed under the care of Prophet Zakariya (‘alayhissalam), also known as Zechariah. She was raised in a room in a mosque. She was religious, chaste and modest. She did not mix freely with the opposite sex and confined herself within her prayer chamber. Whenever Prophet Zakariya entered Sayyidatina Maryam’s room to check if she was alright, he would be surprised to find that food had already been served. During winter, there were summer fruits. During summer, he saw winter fruits.
“Where is the food from, Maryam?”
“Allah provides to whom He wills.”
Sayyidatina Maryam was so pure that she was picked to bear Prophet Isa (‘alayhissalaam), also known as Jesus, without being touched by any men. The angels reassured her that Allah had chosen her and purified her and selected her above the women of the worlds. Fearing the reaction of people around her, she fleed to deliver on her own in the middle of a scorching hot desert. Throughout her whole ordeal, she relied on no one other than Allah. She didn’t need anyone, not a husband or even her guardian, to be around.
Imagine how the people around you would react if you suddenly turned up with a newborn, without being married? Sayyidatina Maryam was given the difficult task of keeping quiet when she returned to her village. Naturally, everyone started criticising and cursing her. If you were in her position, would have remained speechless through the injustice that was being done?
Sayyidatina Maryam endured patiently and pointed to her baby. Then, Baby Isa stood up for his mother and informed the crowd that he was a Prophet. Subhanallah!
Without getting married, Sayyidatina Maryam was able to reach the pinnacle of piety.Her status was so high that she has a chapter in the Quran named after her.She showed us that she did not need a man; Allah Himself could defend her honour through His miracle.
How about me?
The purpose of my existence is to know, love and worship Allah. Every action,every step,every thought needs to be focused on Allah. To solve my problem, I had to go to the very root of it – my ever-widening distance from Allah. Am I looking for love because I am ready or because I am lonely?  Am I praying on time? Am I conscious of Allah in everything that I do? Am I reading the Quran consistently? Do I perform taubah and istighfar constantly? What have I been doing to strengthen my relationship with Him? With each answer, it became more and more obvious that my Imaan was on the decline.
Through the awful scrapes and burns and agonizing heartbreaks, I was moved to comprehend that, like Sayyidatina Maryam,  I had to turn to none except Allah. I came to realise that my relationship with Him is the most important relationship of all. Only Allah can grant me strength, courage, love, guidance, protection and patience. Only Allah is capable of making me whole. When I feel whole, I won’t rush to find a partner to complete me. When I feel whole, with Allah by my side, I would be able to bravely walk away from those who try to pry me away from Him. When I am whole, I would be better able to choose someone to share my completeness with and whom can accompany me on my path to Allah.
I’m not saying that I am perfect and that my level of Imaan is anywhere near Sayyidatina Maryam’s. However, things have picked up for me, alhamdulillah. This year, I got married to a man, whom I trust, is able to guide me to be a better Muslim. A man who was brave enough to walk up to my parents and ask for my hand in marriage. A man who made me realize why it never worked out with anyone else. Only when I was brave enough to let go and be the best version of me did Allah grant me someone so gentlemanly that part of me still can’t believe that he exists.
So don’t you worry, my fellow seeker. Allah knows when you’re hurt. Allah knows when you are bereaved. Allah knows when you struggle to get up because all you want to do is curl up in bed and hide from the world. Be sure, that when Allah takes away something from you, He’s only making space for something better. We just have to keep striving…
“Be mindful of Allah, and you will find Him in front of you. Recognize and acknowledge Allah in times of ease and prosperity, and He will remember you in times of adversity. And know that what has passed you by [and you have failed to attain] was not going to befall you, and what has befallen you was not going to pass you by. And know that victory comes with patience, relief with affliction, and ease with hardship.”
#Sticky notes

Sometimes we are too influenced and obsessed by these materalistic and unreal relationship goals we saw all around the social networks without actually knowing the meaning of relationship itself in Islam,how it should work,why it is encouraged,is it the only means to get to Allah's love and blessings,is it really haram or halal?when it can be haram and when it can be halal,so and so.


I have to admit that reading her story makes me value and look relationship from a wider point of view.may Allah make us among those He loves,and may Allah make us beloved to those He loves,and may Allah make us among those who love any deeds that keep us closer with Him.Ameen.

Till then,see you soon.
Eid Mubarak! :)
syukran jazilan kathiran=))

Tuesday, August 26, 2014

Mesir Aku.

bismillah,
dengan nama Allah huraikanlah simpulan akal,hati dan lidah.

assalamualaikum and hye :)

insyaAllah starting from now on im gonna have this section in my blog,untuk pahatkan semua experience belajar di ardhul kinanah selama 5 tahun ni(insyaAllah!).manalah tahu kot nanti dah tua boleh jadi modal membangga diri depan cucu cucu lulz.


*izinkan penggunaan ganti nama 'aku' supaya entry terasa lebih realistic dan dekat di hati*







#how and why?
i've never dreamt untuk study dekat mesir.sejak form 4 aku dah ada letak dalam peta hidup aku yang lepas spm nak pergi DQ,pastu nak sambung Jordan.tak pernah terfikir pun nak belajar dekat sini sebab waktu tu demand nak gi Jordan sebab situ ada banyak salji pastu bersih pastu maju banyak tempat cecantik.tambahan pula selepas baca novel sinergi makin meluap-luap keinginan aku nak pergi sana.tapi tulah nak kata betapa kun fayakunnya,aku gagal dalam interview DQ and utk application ke Jordan borang aku asyik tak lengkap lah document takleh attached lah.dan dipendekkan cerita 5 Oktober 2013 tercampaklah aku ke mesir.

#first impression
memula sampai aku rasa cam tak caya je aku dah sampai.ha cane tu.keluar je dari airport dah ada senior senior yang baik dan peramah sangat tolong tolakkan troly yang bawak luggage kitorang.aku dalam keadaan masih tak percaya hanya mendiamkan diri sepanjang perjalanan.antara benda yang menarik perhatian aku adalah egyptian driver yang macam so obsessed kot dengan hon dorang.asyik hon je.sampai traffic light hon.jumpa kawan hon.jalan lengang pun hon.aku syak setahun duduk sana boleh half-deaf aku.pastu pemandangan aku hanya nampak warna debu dan semua bangunan macam kotak-kotak(most of their buildings are colourless and rumah-rumah semua dalam bentuk flat/kondo).aku mulalah nak gelabah kalau semua bangunan warna suram ceni habis gelaplah warna hidup aku nanti.k takde kaitan.

#the adventures begin
"whoever survived in egypt,will survive in any other places."
sepotong ayat di atas dah cukup untuk bagi aku hint camne life kat mesir ni senanye.sebulan pertama aku rasa saaaangat lost.sebab i feel so alone,no family members to rely on,and memang nak taknak you have to stand on your own feet.sebulan i fought with my own self sama ada nak teruskan kat mesir ataupun quit and sambung je study dekat malaysia.and alhamdulillah Allah baik sangat tolong memacam dari arah yang aku sendiri tak jangka.terima kasih Allah sebab baik sangat dengan kita.
sebulan jugak aku tunggu apa hikmah yang Allah nak tunjuk bila aku datang ke Mesir ni.but i found nothing.sampailah satu hari,ada one senior asked me;

"dah nak sebulan duduk sini.camne seronok tak?"
"hm tahlah.tak nampak lagi hikmah Allah hantar kat sini."
"hikmah tu kalau tak cari,sampai bebila pun takkan jumpa dik." 

peh ayat last dia tu walaupun diluahkan dengan senyuman bermadu boleh tahan tajam jugak menusuk ke hatiku.

and so the journey of finding hikmah begins.

#unforgettable memories

1.talaqqi

first time pergi talaqqi masa hari keempat aku kat sana.dengan ilmu arab yang dah tinggal nyawa nyawa ikan ni aku relakan jugaklah jasadku pergi menapakkan diri ke masjid azhar buat pertama kali.first impression masa memula masuk rasa cam tak caye sangat sebab cantik dia tu subhanallah sangat okay.pastu masuk kelas tu dahlah dengan takde kitab pastu bahasa arabnya yang dah ke laut ziriuz aku rasa macam wei apa ni tak faham sepatah pun apeni.dahlah masa syeikh buat lawak semorang gelak pastu aku tak gelak(sebab tak faham).mencik T.T tapi undeniably memang that was among the loveliest memory i ever had.never in my life i've expected that i will be able to sit in front of amazing syeikh.rasa tenang sangat(walaupun tak faham pape).haha.

2.janji arab

seperti yang engkorang tak tahu,janji arab ini jauh lebih hebat dari janji melayu ye anak-anak.kitorang punya rumah takde gas daripada hari first kitorang sampai.pastu call ammu tu tanya bila nak datang dia asyik cakap "bukra" (esok).tahu tak last-last bila dia datang?dia tak datang datang kot hahaha.terpaksalah cari orang lain pulak.ya tuhan sabar je lah dengan kerenah arab ni.kalau janji melayu lewat berjam-jam,janji arab lewatnya mampu mencapai berhari-hari,bahkan berminggu minggu.sabar je la ya Allah T.T

pastu masa memula nak ambil imtihan qabul (periksa kemasukan) ke azhar tu,we are told yang kitorang hanya akan ambil 4 subjek.2 subjek sehari.and the next day lagi 2 subjek.sekali datang-datang 4 4 subjek kitorang kena ambil haritu.dahlah masa speaking test tu nama aku kena panggil first.terkulat-kulat aku bila dia tanya perbezaan etknik dan budaya between mlaysia dan mesir.ameko.first level punya soalan dia tanya aku.aku seperti biasa menggunakan bakat menggoreng aku yang sedia ada lulz.dia tanya pasal budaya aku cakap beza makanan dan minuman.haha ko mampu?lepastu exam 4 subjek straight tanpa rehat kot.solat pun dalam tempat exam tu secara bergilir-gilir,5 minit je paling lama.sabar je lah T.T

3.sesat dalam sesat

okay ini paling takleh blah.kekonon lepas seminggu dua duduk sana saja je lah nak test kemahiran diri sendiri menaiki bas ke masjid azhar tanpa bantuan senior.sekali nak test kemahiran sangat kitorang terlupa nak turun,lepastu bas dah start jalan ke tempat lain.aku mulalah cuak karang bas ni terlepas ke hujung dunia camne.pastu tanya tanya makcik dekat dalam bas(serius la bersembang macam ayam dengan itik.dedua tak faham bahasa masing-masing) dia suruh turun dekat satu tempat and suruh ambil bas lain untuk patah balik ke masjid azhar.aku buat muka confuse dan kesian untuk suruh dia tolong aku carikan bas.yeay taktik berjaya.dia pun turun dpd bas bawak kitorang ke stesen bas yang berdekatan.omey sangat makcik ni ok siap pimpin kitorang masa jalan.rasa macam anak anak sangat hahaha.pastu dah jumpa bas yang betul kitorang pun naiklah,but guess what?dia nak hantar kitorang dekat asrama student bu'uth (kira macam international high school lah kat sana).ape dia ingat kitorang ni highschool student ke.aduhh.aku dengan muka yang buntu suruh dia stop,walaupun ktorang dont even know kitorang kat mana waktu tu.dalam hati aku memohon bantuan Allah sebab waktu tu memang dah nekad nak pergi jugak talaqqi walaupun dah lewat hampir sejam lebih.nak kata betapa ardhul kinanahnya bumi mesir ni,ting!bantuan Allah datang.ada seorang ikhwah negro ke afrika tah dia tanya kenapa kitorang berdiri kat tepi jalan.dahlah kitorang tetiga perempuan pastu waktu pun dah nak senja.lepas berbincang bincang dia pun carikan teksi untuk kitorang  straight ke masjid azhar.alhamdulillah lastly sampai after dua tiga kali sesat.sesat di dalam sesat kot.ko mampu?



begitulah hidup di negara orang,walau berbeza negara,atas dasar agama yang sama alhamdulillah selalunya memang ramai je murah hati nak tolong :)


memang bila fikir logically Egypt is not really a good choice pun.but when we fall in love,we just don't wanna care.amboi ayat taknak kalah sangat ok


so see you when I'll see you.i'm going back soon.doakan flight selamat sampai and aku pun selamat belajar supaya boleh sambung lagi entry ni heheh


salam for now :)
 




syukran jazilan kathiran=))

Friday, July 18, 2014

A Ramadhan To Remember (A tribute to Palestine)

bismillah.
dengan nama Allah huraikanlah segala simpulan akal dan hati.

assalamualaikum and hye.

i always wonder how does it feels like to wake up on the morning,knowing that you may not survive until the end of the day.

i wonder how does it feels like to live under the thunders of bombs and rockets,not knowing any other place to go for shelter,including your own home.

i wonder how much iman does one need to stay firm and strong by himrself,despite the thousands of israelis who are against him,the bias media,and the blind world.

i wonder how does it feels like to lose the family members in front of your eyes, because they are being shot or bombed,causing them to feel a severe and continuous pain before their death.

i wonder how does it feels like to fast when you have nothing for suhoor and iftar,no electrical and water supplies,no money and no food,at all.

i wonder how much faith does one have when he keeps saying la ila ha illallah when everything goes wrong and no one seems to be beside him.

i wonder how much courage does it takes to keep the faith as high as it can,believing that Allah is with you,even with thousands and thousand of israel soldiers and modern weapons infront of you.

and to the martyrs,i wonder what are you guys doing in Jannah.the life there must be a lot better than the world,right?please save one place for me,because i would love to live with the beautiful souls who died as syuhada'.






dear palestinians,
you guys are the hero in my heart.all my thoughts and payers goes to you guys.i always envy you guys because Allah honours you to die in the best way(as a martyr),in the best month(ramadhan),while you are defending the best place(Al-Aqsa).


may Allah bless the soul of the martyrs and keep the living one strong,so that they can witness the victoory of Palestine and Islam,soon insyaAllah.


we've got your back,
much love and support from Malaysia :)




sincerely,
your sister in Islam,
Afifah Daim,Ramadhan 1435 H.




(p/s;excuse my terrible english because i haven't practise it for years)


syukran jazilan kathiran=))

Friday, May 23, 2014

Selamatkan Cinta

bismillah,in the name of Allah The Most Gracious The Most Merciful.

assalamualaikum and hye.

sejak dari kecil kita sudah diajar untuk membaca Al-Quran.step demi step.langkah demi langkah.dari alif ba ta sampai ya.dari muqaddam sampai ke mushaf.ingat lagi dulu masa kekecik pergi mengaji kalau boleh akulah orang paling nak hafal banyak paling nak banyak tasmik paling banyak ustazah rekod bacaan ha apa lagi.pastu bila nampak member lebih sikit dari aku mulalah tak senang hati.eheh.

sampai sekolah menengah.disebabkan duduk asrama,dah start culas.tambahan lagi bila jadual harian dipenuhi homework aktiviti koku prep dan sebagainya,lagilah aku liat nak baca.bila free je tak tahu kenapa rasa macam ala nak baca tapi dah mengantuk lepastu homework banyak oklah esok esok lah.hal ini berlarutan sampailah aku dewasa sikit iaitu masa form 4 & form 5.waktu tu sebab dah start terlibat dengan dakwah nak tak nak haruslah improve diri supaya jadi qudwah untuk orang lain.tapi most of the time memang baca Quran,sekadar baca,cukup-cukup syarat je untuk lengkapkan mutabaah amal.hm.

lepastu bila masuk Azhar,start belajar arab dengan lebih detail compared dengan sekolah menengah.sejak dulu memang suka gila arab sampai ada cita-cita nak jadi Muna Jasman DJ IKIM tu.poyo kan??haha.then i guess dari sini kot starting point jatuh cinta tahap burung terbang ke awan(?) dan rasa curious nak tahu apa yang ada dalam Quran ni.sebab ustazah memang bila ajar nahu mesti bagi latihan i'rab dari ayat Quran untuk galakkan kita berinteraksi dengan Quran.and ada certain situasi yang kalau kita tak faham ayat tu dah acane nak i'rab en.so nak taknak memang kena cari maksud setiap ayat Quran dalam latihan jadi aku boleh menulis jawapan yang sahih jadi ustazah boleh bagi aku lima bintang.

lagipun bila duduk dalam suasana keliling orang arab pastu kalau pergi masjid selalu je imam baca surah pastu nangis dan aku pun rasa nak nangis jugak lah sebab rasa macam loser bila tak faham apa yang imam baca.macam how can that be kan dah ulang-ulang baca Quran sejak kecik amende lah ko ni takkan tak faham makna lagi kot.i mean like even surah-surah juz amma pun berapa kerat je dari kita yang bila sebut nama surah kita tersu dapat the main point surah tu cakap pasal apa.contoh eh;

"wey aku sedih lah suggest aku satu surah"
"bukak surah ad-dhuha.baca."
"asal lak.surah dhuha tu bukan cakap pasal waktu dhuha ke.apa kaitan dengan sedih pulak ish ko ni"
"tu lah dari kecik baca tapi tak faham makna.surah tu turun masa Allah nak pujuk Nabi Muhammad(saw)masa baginda dalam tahun kesedihan.soothing gila ok"
"oh ye ke...."

ustazah aku pernah pesan,the only thing yang hubungkan kita dengan agama adalah Quran.if kita sendiri tinggalkan Quran,then macam mana nak faham apa yang Allah nak kita buat?apa yang Allah larang kita buat.kalau kita kufur cemane keadaan kita kat akhirat nanti.kalau kita buat baik nanti apa ganjaran dekat akhirat.punyalah perfect sempurna Allah create Quran ni semua benda ada dalam satu mushaf.masalah hudud?rujuk Quran.masalah tutup aurat?rujuk Quran.adab sesama muslim?rujuk Quran.penciptaan manusia?rujuk Quran.dari sekecik-kecik sampai sebesar-besar perkara Allah letak dalam satu buku.

"dan tidaklah Kami turunkan buku ini(Quran) untuk menyusahkan kamu" (Thaha:2)

ummah sekarang tenat sebab jauhhhh sangat tinggalkan Quran.ye memang banyak tempat ajar Quran.pusat tahfiz merata-rata.but then kira lah berapa orang yang bila dah jadi hafiz/hafizah boleh betul-betul jaga Quran yang dalam dada.kekadang hanya sebab duduk dalam biah solehah bolehlah behave elok elok.tapi bila dah graduate lepas tu masuk uni/college/kerja berapa ramai dari kalangan huffaz tadi bebetul teguh berpegang dengan Quran.dan berapa ramai pulak yang hanyut.

bila fikir balik serius akan rasa macam nak menangis ike can i turn back to my childhood so that i can make a fresh start to study this Quran.moga untuk masa-masa yang kan datang Allah tetapkan hati atas ajaran Quran,selalu rasa rajin nak baca dan faham Quran.kita mulia sebab agama Islam.bila kita tinggalkan Quran,secara tidak langsungnya kita akan jauh dari Islam.

kekadang rasa macam funny jugak lah kot bila mulut kata nak syurga tapi bila dah start busy sikit tinggalkan Quran.sibuknya kejar dunia kejar deadline kejar duit padahal kat sana nanti Quran lah yang akan bagi syafaat.berkira dengan diri sendiri.diri sendiri pun taknak sacrifice padahal nanti yang nak rasa nikmat syurga tu kan diri sendiri.bukan orang lain.

nanti kan dekat akhirat Nabi akan sangat sedih dan mengadu dekat Allah sebab umat dia ni tinggalkan Quran.

"dan Muhammad berkata:Ya Tuhanku,sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran ini diabaikan" (Furqan:30)

Quran ni asalnya dulu kan dekat merata-rata.dekat kulit haiwan dekat dedaun dekat batu lepastu masa Perang Riddah (banyak sangat huffaz yang syahid) jadi Umar RA berbincang dengan Abu Bakr RA camne eh kita nak save Quran ni supaya generasi kita nanti dapat baca dan faham Quran.tak tidur ha Umar RA fikir cemane nak selamatkan Quran.fikir punya fikir dorang pun setuju untuk tulis Quran dalam satu buku.then panggil lah Zaid bin Thabit(penulis wahyu Rasulullah) untuk tulis Quran ni dalam satu buku.tahu tak apa reaksi Zaid RA ni?
dia cakap:"demi Allah sekiranya kamu menyuruh aku untuk mengalihkan bukit,nescaya ia lebih ringan dariku dari tugas ini(menulis Quran)".

so nak cakap lah kat sini para sahabat dedulu susah susah tau kumpulkan Quran dalam satu buku supaya Quran ni sampai kat kita,dan lepastu kita boleh baca,faham,ama dan lepastu jadi hebat macam dorang.kita ni mementang lah Quran dah depan mata je pemalas pulak nak bukak.


“Umat Islam adalah satu-satunya umat yang paling beruntung di dunia sekarang ini
kerana mereka memiliki Wahyu Allah yang terpelihara dalam keadaan utuh dan dalambentuknya yang asli, bebas dari kekotoran campur-tangan manusia. Setiap kata-katayang ada di dalamnya masih persis sama dengan ketika ia diturunkan kepada Rasulullah
saw.

Namun umat Islam ini juga adalah orang-orang yang paling malang di dunia ini,
kerana, walaupun mereka memiliki Wahyu Allah tetapi mereka tidak dapat memperoleh
berkat dan manfaat wahyu tersebut, yang sebenarnya tidak terhitung banyaknya itu”
-Abul al ‘Ala Al Maududi


"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan(Quran) kepada Rasul,kamu lihat mata mereka dipenuhi air mata disebabkan kebenaran yang mereka ketahui(dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata,"Ya Tuhan,kami telah beriman ,maka catatlah kami bersama-sama orang yang menjadi saksi(atas kebenaran Quran dan kenabian Nabi Muhammad)" (Al-Maidah:83)




jom.selamatkan cinta kita?







p/s-cuti seminggu sempena pilihanraya.doakan yang terbaik untuk Mesir saya :')                                                                                                             
syukran jazilan kathiran=))

Monday, May 12, 2014

Jauh.

bismillah,in the name of Allah The Most Gracious The Most Merciful.

assalamualaikum and hye.

hidup ni perjalanan yang panjang dan terlalu banyak perhentian,sampai kekadang tak tahu kemana lagi harus dibawakan langkah.

entah lah.kekadang hati dah penat disibukkan dengan hal dunia.rasa macam nak rehat kejap.kejap je.nak pergi somewhere yang takde orang.nak duduk sorang-sorang,sebab depan manusia pakai banyak mask.macam ok depan kawan pakai mask yang ni.depan family pakai mask ultraman pulak(eh ultraman ada mask ke).depan Tuhan je selesa jadi diri sendiri.sebab Tuhan tak judge.Tuhan won't say eh haritu ko bagi nasihat kat orang kan ha ni dah kena uji asal ko yang lembik.sebab tak kisahlah cari comfort kat sesiapa pun,in the end Tuhan juga The Ultimate Comforter.

manusia mudah lupa.Tuhan bagi senang sikit dah lari.Tuhan bagi susah sikit merungut Tuhan tak adil.sebab hati yang buruk kot,tu sebab asyik nampak semua negatif je.tak ke?

kekadang jealous tengok semorang dah contribute something untuk agama,semorang dah gerak makin laju dalam gerabak dakwah,semorang dah jadi better dari yang dulu,dan aku..takkan nak static je.bukan patutnya buat baik tu kena berlumba-lumba ke?(50;51)

kekadang confuse aku ni penat ke futur.tak malu ke mengaku daie tapi kejap rajin kejap culas?tak malu ke mengaku jadi daie tapi manja kena kentik ujian sikit je dah surrender?tak malu ke mengaku jadi daie tapi amal pun tunggang langgang?

kekadang kita ni sibuk nak jaga nama depan manusia.kitalah yang paling baik.paling solehah.update status nak islamik je.gambar insta pun caption ayuh ke masjid je.tapi kat dalam tak settle.nampak baik sebab nak suruh orang kata;"ok dia ni alim" "ok dia ni solehah"tapi hati hanya Tuhan yang tahu.

pernah terfikir nanti hari akhirat nanti hati ni ke yang aku nak bawak jumpa Tuhan.tak malu ke Tuhan bagi amanah kat dunia tapi kita ni hidup macam nak selamanya je.padahal sat lagi yang bawak balik jumpa Dia hati je.tanggalkan tudung labuh dan kopiah.adakah hakikatnya kita ni benar-benar beriman,ataupun bila dah tanggal pakaian keimanan nanti hati kita ni sama je dengan yang tak beriman?
reflect.

tunduklah,hati.
tunduk.
dunia ni tak selamanya.

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”(As-Syu'ara;88)

(post ni aku tuju kat diri sendiri senanye.korang taklah kot)




p/s:macam emo je post ni.nah smiley sikit :) :)





syukran jazilan kathiran=))

Sunday, May 11, 2014

Akhawat Talk:Perempuan Pencinta Tuhan

bismillah,
in the name of Allah The Most Gracious The Most Merciful,

assalamualaikum and hye.


"being a girl is tough" (Khalid Yasin)


dah lama rasanya tak buat akhawat talk. 

mungkin isu ni macam picisan bagi sesetengah pihak,sampai aku pun taknak baca entry ni buat kali kedua lulz.tapi entahlah;felt the need to spread the awareness.takdelah nak cakap aku baik gila pun,tapi nak ke arah yang lebih baik haruslah ajak semorang kan?

dah cemane nak mula pun taktau nak start dari mana ni.

secara fitrahnya perempuan ni sangat sinonim dengan sifat malu.malu untuk buat maksiat.malu untuk buka aurat;pakai baju ketat-ketat.malu untuk duduk dengan lelaki ajnabi rapat-rapat.malu untuk buat benda yang dah jelas haram dalam syariat.

tapi dasawarsa ini(amboi karangan spm sangat) taktahu kenapa dan bagaimana fitrah ini macam makin lama makin hilang and everyone seems okay dengan this lack of shyness.terlalu berani untuk tayang gambar peribadi dan post-post yang tak sepatutnya.tapi dalam kelas masa lecturer suruh present/jawab soalan pemalu pulak.oh my akhawat.

tak cakap sebarangan.buktinya;lihat sahaja di setiap genap social networks yang ada.selfie menjadi satu trend yang tidak dapat dikekang lagi bahkan menjadi trend yang semakin popular di kalangan muslimah berhijab.walhal secara logicnya;hijab in arabic basically means tutup.tutup ya anak-anak bukan balut.jadi how can you tayang your aurah and claim that you cover it in the same time.make sense tak? :)

tahu tak orang arab dedulu punyalah jaga dorang punya anak perempuan sampaikan whenever dorang nak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain,dorang buatkan macam a small place atas unta dorang for their daughters so that no one can even knows dorang punya anak tu bagaimana rupa and how physically they look like.power tak?

sebagai seorang perempuan,honestly saya pun takut juga dengan 'keberanian ' mereka.patutlah masa akhir zaman nabi paling takut dengan fitnah wanita terhadap kaum lelaki.Perempuan sekarang terlalu berani, I guess. Terlalu berani in expressing their feelings dengan cara yang salah. zaman semua benda nak naik ni, maruah diri jangan nak rendah pulak :/ mencabar ni kalau jadi lelaki. Terlalu banyak pendedahan aurat sana sini, yang cantik bertutup pulak cabaran tang lain pulak, tak tahu apa dekat inbox facebook dia, whatsapp dia,chat dengan siapa,bagi apa,gambar apa. Seriously, kita akan diuji ketika kita bersendirian. 


 'Apabila kamu tidak malu, maka buatlah apa yang kamu suka' (Riwayat Imam Bukhari)

hanya Tuhan yang tahu sedihnya rasa bila orang-orang yang terima tarbiyyah dan faham hukum agama pun sama je 2X5."tapi pakaian bukan penentu iman" bentak hati anda.iye betul tapi iman is bila mengaku dengan hati dan zahirkan dalam perbuatan,no?bila dalam hati settle,insyaAllah anggota badan pun senang je nak buat apa yang diimani oleh hati.

haih entahlah.

solehah tu kalau setakat diukur dengan labuhnya tudung,islamiknya post dan status.di mana nilainya?solehah is a lot more than tudung labuh and jubah.its about the heart.sebagaimana kita mahalkan tubuh badan dengan menutup aurat dengan ajnabi,macam tu jugaklah kena mahalkan hati dari perasaan yang tidak syar'ie.

know that in the future you gonna be someone's mommy.jadi haruslah improve diri dari sekarang supaya yang lahir dari kita nanti pun insyAllah soleh-solehah belaka.nak buat kuih bakar misalnya haruslah guna acuan kuih bakar.takkan guna acuan kuih tart pulak kan?(dah kenapa bagi analogi kuih raya?)bukan ke matlamat baitul muslim tu untuk sumbang rijal dan nisa yang bermanfaat untuk ummah?soleh solehah isn't a one day process.perlukan mujahadah & istiqamah dari sekarang.jadi gunakanlah sifat berani kita tu pada jalan dakwah,untuk Islam.

sebab in the end,fitrah kita semua sama sebenarnya;
untuk jadi perempuan pencinta Tuhan.





p/s-gambar dan entry credit to akak blogger yang baru kawen seminggu.barakallahulakuma :)
syukran jazilan kathiran=))

Thursday, April 10, 2014

sebab rindu

Bismillah.in the name of Allah The Most Gracious The Most Merciful.
assalamualaikum and hye.
menulis atas dasar rindu.
ya،rindu.
rindu--
saat khilafah tertegak dan takluk hampir 2/3 dunia.
rindu--
saat hiburan kita adalah Quran،rehat kita adalah ketika berjumpa Tuhan(solat)
rindu--
pada jiwa-jiwa pemuda yang sarat dengan hamasah jihad،dan meletakkan syurga sebagai garisan penamat.
rindu--
pada mata-mata yang bangun di 1/3 malam untuk sujud dalam keadaan khusyuk dan tawaduk،kerana tiadalah bagi mereka sebaik-baik ketenangan melainkan di saat kasih dan redhaNya yang datang memeluk.
rindu--
pada hati-hati yang berjuang untuk hidup sebagai mujahid،dan mati sebagai syahid.
masa berlalu pergi.dan zaman pun bertukar ganti.
Islam yang dulu،bukan seperti Islam yang sekarang.
eh،silap.
Muslim yang dulu،tak seperti Muslim yang sekarang.
seiring dengan masa yang berlalu pergi،ruh Islam pun makin pudar dari hati.
buka mata.
lihat dunia.
apa yang terjadi pada Islam kita?
Muslim ditindas diseksa dibunuh dari setiap penjuru dunia،Islam tak lagi dipandang mulia،hukum-hakam dipandang sebelah mata،hedonisme berleluasa،maksiat dosa menjadi budaya.
Islam yang kita anuti sekarang adalah Islam yang sama dengan Islam yang Nabi SAW anuti.
tapi kenapa Nabi saw dan sahabat berjaya،sedangkan kita tidak?
jawapan cliche.kurang kefahaman dan praktis agama.
suka untuk saya highlightkan peranan kita sebagai orang muda.semorang tahu kan betapa berharganya kita untuk ummah ini?semorang tahukan masa depan ummah ini terletak pada bahu-bahu kita?

wake up،everyone.kita bukan bermimpi di siang hari.ini realiti.
realiti yang kita kena islah diri supaya dapat islah ummah suatu hari nanti.realiti yang kita kena tegakkan dulu Islam dalam diri baru boleh nak tegakkan Islam di muka bumi.realiti yang Islam tak perlukan keyboard warrior yang asyik pum pang doploh pat jam،tapi amalan takde.realiti yang ummah ni bukan lagi takat tidur،bahkan dah koma dah.tugas siapa untuk sedarkan ummah yang nazak ni?

kita.
ya،kita.

how?
dengan tak terlalu duduk dalam safe zone،buka mata،step out dan lihat betapa lemahnya ummah ini.
mementang lah kita ni usrah ada je orang bagi pengisian tetiap minggu،mementang lah sekeliling kita ni kawan soleh solehah،mementang lah sekeliling kita ni majlis ilmu ada kat mana mana.
kita pun rasa cam "wah indahnya hidup dalam biah solehah" sampai kita butakan mata dan pekakkan telinga pada kritikalnya keadaan ummah di luar sana.
bukak internet.check statistic.
out of millions berapa percent je muslim yang solat 5 waktu sehari?
out of 1 hour how many anak luar nikah lahir?
out of one day how many married couple bercerai?

dan kita masih boleh duduk dan kata "alhamdulillah aku muslim dan duduk dalam keluarga yang faham Islam kekawan pun soleh(ah) oh dah boleh masuk syurga dah ni"




ummah ni macam satu jasad.yang bila satu anggota sakit,anggota yang lain pun terasa sama.kita sesama satu ummah,kena cakna hal ummah apa jadi dekat mesir,palestin,iraq,rohingya.kena tahu masalah ummah.kena tahu sebab apa ummah ni tenat.kalau tak tahu masalah acane nak selesaikan.kalau tak tahu sebab jatuh acane nak bangkit balik?

ummah ni merindukan pemuda-pemuda yang bukan setakat soleh(ah),bahkan yang musleh(ah).yang baik dan membaikkan orang sekeliling.moga Allah tetapkan hati dan pilih kita untuk sesama turut serta dalam gerbah dakwah ini,sehingga ia tiba ke destinasinya.Allahumma Ameen.

jom jadi soleh(ah) dan musleh(ah)? :)


syukran jazilan kathiran=))

'/>